just another trash of my head, based on what I see and feel about…

Film yang benar-benar menggambarkan laki-laki ketika jatuh cinta kepada perempuan :

1. Menjadi Bodoh
Seringkali laki-laki menjadi bodoh, mengabaikan logika, cinta buta dan rela melakukan apa pun walau itu salah/tidak baik.

2. Menjadi Dewasa
Laki-laki bandel, urakan yang susah diatur bisa berubah secepat kilat, menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa. Bersedia menjadi pelindung, rela melepaskan perempuannya, asalkan dia bahagia.

3. Kasanova
Nah, tipe ini juga banyak (mayoritas kayaknya, hahaha). Menjadi tukang gombal bin bullshit memang sudah jadi kodrat laki-laki kayaknya (semua nya, termasuk gw 😂).

Dan sialnya, perempuan suka dengan tipe ketiga. Sebelum dia akhirnya sadar bahwa memanfaatkan pria nomor 1 adalah sebuah kesalahan juga dan kemudian baru nempel di tipe kedua.

*itu kata film, bukan kata gw*
*lesson learned*

Watching Far From the Madding Crowd

View on Path

Providing satisfaction to any of your desired events, tracing happiness for a lifetime memories.

Email : jendelaarbatindo@gmail.com
Instagram & Twitter : @jendelarbatindo

More information:
081288025650 (Oriza)
. – with Difi

View on Path

Random, menentukan film ini di movie marathon Korea kali ini. Tanpa baca sinopsis singkat, langsung play.

Awalnya ngga fokus, tetiba langsung mengerutkan dahi “Did he just say any Indonesian word?”. Kemudian malah googling tentang film nya dulu… Wkwkwk.

Alright, it’s Timor Leste which was a part of Indonesia about 13 years ago.

Film nya sendiri, khas ala-ala drama Korea, kental sekali paduan antara konflik dan alur cerita yang bikin suasana hati naik turun. Terasa paaasss… Enak ditonton.

Watching A Barefoot Dream (Maen-bal-eui Ggoom)

View on Path

Setelah nonton, jadi kepikiran kasus Engeline di Bali. Kira-kira kasus kekerasan terhadap Anak di negeri kita ini, akan kayak apa akhirnya?

Soal film?
Hmm… Agak kurang puas dengan film nya, walau katanya ini film dengan “rating tinggi”. Serasa ngga klimaks emosi nya, kurang rapat konflik yang dibangun antara konflik internal keluarga dan konflik dengan tokoh antagonis nya.

Saya malah melihat film ini sebagai ” kritik” ke Pemerintah Korea, akan lemah nya hukum di Negara mereka atas kasus kekerasan terhadap Anak. Juga menyoal sulitnya pembiayaan rumah sakit, ketika terjadi kasus darurat semacam itu.

Nah, yang kesal sama BPJS, sabar. Bisa jadi, sistem lain di negara lain lebih buruk😀

Watching Wish

View on Path

Tertumpuk di kumpulan CD dari Toko Ayam ‘itu’, saya sebelumnya skeptis dengan suguhan Noah di album Second Chance ini.

Hanya memperhatikan list lagu nya saja, saya sudah malas mendengarkan. Karena +/- 80% isi album Second Chance adalah lagu lama dari Peterpan yang didaur ulang.

Tapi, entah hari ini saya iseng buka CD nya dan langsung mendengarkan lagu ‘Menunggumu’ yang pernah dinyanyikan Alm. Chrisye dan Peterpan. Lah, koq kemudian keterusan ke lagu-lagu lainnya? Hahaha.

Lagu lama itu, terdengar fresh dibawakan Noah. But still, aroma Peterpan nya ‘sedikit’ masih berasa, mungkin karena faktor Ariel nya kali. Hehe.

After all, Second Chance ini layak untuk didengar di tengah hausnya telinga kita pada konten musik lokal.

Listening to Menunggumu by Noah

Preview it on Path

Kami percaya bahwa yang rendah bukanlah minat baca, melainkan akses anak terhadap bacaan berkualitas.

#OTBA2015 #Promosi
. – with Ariessa at Taman Honda Tebet

View on Path

http://www.1001buku.or.id

Kunjungi, untuk tahu info lebih banyak tentang kami.

=================

Mau jadi volunteer?
Hubungi :

– Izar (087782430054)
– Icha (085310015149)

Terima kasih. – with Ariessa

View on Path