just another trash of my head, based on what I see and feel about…

Kesetiaan Gerimis

Aku menunggunya di kala datang gerimis
Entah aku bagai anjing yang setia
Membodohi diri dengan sesuatu yang tak pasti datang
Sejujurnya aku pun tak tahu apa seharusnya

Di balik jendela di tengah gerimis
Senyum air terbiaskan sang surya
Aku yang tak terlalu kuat hanya menatapi nasib malang
Sejujurnya aku ingin membunuh ketidakmampuan

Kesetiaan ini untuk apa bila harus ada tangis
Menunggu sekali lagi bagai anjing yang setia
Sudah lama aku begini, semua terlarang
Sejujurnya aku takut hari esok yang pasti menyapa

Aku duduk di kala sinar sang surya mulai menipis
Kemudian sujudku pada-Nya
Aku malu dan sungguh merasa berhutang
Pada tujuan Dia, yang memberiku nafas dan kemampuan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: