just another trash of my head, based on what I see and feel about…

Archive for the ‘Pelajaran’ Category

Mario Balotelli Quotes

Advertisements

Cerita Sepatu

Nanti akan saya Copy Paste kan sedikit cerita tentang sepatu dari Kaskus Heart To Heart : I do like this story. Simple, namun dalam makna. Dan cukup membuat saya sedih karena sadar ini sangat berlaku pada apa pun, termasuk manusia. Sifat manusia yang pelupa, cenderung mengecilkan setiap pertolongan dan seringkali hanya ingat ketika dalam keadaan senang. Tidak men-generalisir, tapi cukup baik sebagai bahan interospeksi diri. Bercerminlah!

Ada sepasang sepatu usang
terduduk lusuh bersandar pada tembok putih
terlihat begitu gontai

“betapa sedihnya aku seperti ini”
jerit tertahan sepatu itu
“ehm..ehm..” sepatu tak sadar tembok di belakangnya turut menahan pilunya

“tak perlu kamu sedih seperti itu sepatu, semua memang ada waktunya ” ujar tembok bijak.

sepatu sedikit terhibur, lalu tersenyum.
“tapi aku sedih ditinggalkan sendiri di sini. padahal seharusnya aku ikut gadis kecil itu ke sekolahnya” ungkap sepatu. kali ini tidak sedih hanya kecewa.

“sudahlah sepatu, kamu mungkin sudah waktunya beristirahat. lihat badanmu penuh jahitan dan sobekan” tembok yang bijak, tapi sepatu tertunduk lagi.

“aku memang sudah sepantasnya diganti. sekarang aku tak berguna lagi” keluh sepatu sepi. tembok tersenyum

“sepatu, kamu tak boleh seperti ini. kamu itu sangat berguna, dan setiap apapun mempunyai masa tugas yang harus dijalaninya”
“maksud tembok ?” sepatu belom mengerti
” apapun itu selama ada harus melaksanakan tugas. seperti aku yang harus menjaga dan melindungi isi dari rumah ini. namun, pada suatu hari nanti masa tugas semuanya akan habis. entah cepat atau lambat.”

“jadi, maksud tembok sekarang ini mas atugasku sudah habis ?” tembok mengangguk tenang, tapi sepatu tertunduk malas lagi.

” jadi kira-kira begitulah sepatu. mungkin sekarang kamu memang harus beristirahat dari tugasmu” hibur tembok pelan.

“tapi sepatu masih sayang pada gadis kecil itu, masih ingin melindungi kaki-kaki kecilnya, masih ingin di rawat oleh kedua tangan halusnya” ratap sepatu sendu.

” tenanglah sepatu, kalau kamu memang sayang pada gadis kecil itu, kamu harus biarkan dia bahagia juga dengan sepatu barunya. kamu jangan sedih lagi. percayalah, gadis kecil itu sayang padamu, makanya dia tak mau merepotkanmu lagi yang sudah banyak cela. dia berharap kamu akan bisa beristirahat setelah kelelahan melindunginya selama ini” tembok memang bijak seperti dirinya yang kokoh, meski tak diperhatikan sekalipun.
“seperti itukah tembok ? rasanya aku ingin sekali berterimakasih pada semua” sepatu tersenyum haru.

kini sepatu yang usah lusuh bangkit
dan mencoba berdiri tegap
semua di sekelilingnya memandang ramah
inikan indahnya berarti ?
betapa bahagianya bila berguna bagi orang lain.

Customer Service Professional

You are a customer service agent working for a national furniture retailer. The companies wants to set service standard because some customer have complained recently. Following a TV advertising campaign, sales or certain sofas and beds increased dramatically. How ever the furniture manufacturer could not meet the delivery deadlines (within six weeks). Not only that, when complaints were made they were not handled well and some customers then canceled their others.
Give your views on what service standard could be put into the places! Write down 3 service standard wich would be relevant! For each one describe what actions would need to be taken to make sure the company can meet these service standard.

Segala yang sudah terjadi, mungkin saja memang sebuah kesalahan dan tidak mungkin bisa diulang untuk diperbaiki. Tapi kita harus percaya bahwa segalanya bisa diperbaiki pun dari mempelajari kesalahan. Meski Pengusaha Furnitur “katakanlah” telah gagal memenuhi target pengiriman barang dalam waktu 6 minggu, kita tetap bisa memenuhi pesanan itu. Berikut 3 langkah strategis yang bisa diterapkan :

Pertama, lakukan pendekatan kepada customer dengan menjelaskan kondisi teknis yang mungkin terjadi. Lakukan dengan bijak, karena persepsi pelanggan adalah raja memang benar. Berikan jaminan kepada pelanggan bahwa kita akan memperbaiki sistem dan mempercepat proses produksi sehingga target 6 minggu tadi bisa terpenuhi. Cara internalnya, kita harus memberikan target pula kepada karyawan kita untuk membantu agar proses tersebut berjalan dengan baik, tidak perlu keras, lakukan dengan bijaksana dan beberapa pengertian kepada karyawan mengenai target produksi. Tingkatkan mutu karyawan (bukan hanya mutu produk) dengan memberikan pelatihan khusus.

Kedua, Lakukan perluasan jaringan pelanggan. Istilahnya, kita lakukan promosi agar banyak yang mengenal produk furnitur kita. Ketika posisi sulit menghadang, seperti pelanggan yang rewel tidak jadi beli karena sebuah masalah, kita tidak perlu terlalu panik karena kehilangan pelanggan. Kita tetap merangkul pelanggan lain, sambil tentunya kita usahakan pelanggan rewel tadi tetap merasa puas terlayani. Caranya mungkin dengan memberikan jaminan khusus seperti langkah pertama tadi. Keseimbangan jumlah pelanggan juga sangat penting, jadi kita tidak perlu bergantung pada satu pelanggan saja.

Ketiga, Peningkatan Sarana dan Prasarana Produksi. Tidak dapat dipungkiri ketika proses produksi dan bahkan pengiriman terhambat terjadi karena masalah sarana dan prasarana pendukung yang tidak memadai. Lakukan perbaikan secara berkala pada mesin-mesin produksi dan kendaraan pengangkut. Jika kita kekurangan dana, mungkin bisa melakukan sejumlah kesepakatan dengan pemodal / kredit bank untuk membantu. Hasil tentu sudah bisa kita banyangkan jika target mencapai titik pusatnya (penjualan berhasil). Lakukan kredit dengan rasional dan sesuai kemampuan keuangan kita jika produk sudah terjual, sadari resikonya.

Tapi, jika harus memilih satu rencana yang paling sesuai, yah urutkan saja dari yang paling pertama. Langkah pertama paling relevan jika harus diterapkan, kedua menguatkan dan yang ketiga semakin mengokohkan posisi.

Actually, that wasn’t my own homework. But, I think it’s really interesting when a friend ask me to help her, giving my own opinion about her homework “Customer Service Professional”. That’s my own opinion about S.O.P (Standard Operational Procedure), yep I call it S.O.P because it sounds like we should solve any problems when we had a business. I give her 3 points above and she said “Imagine, I never think what you’ve thinking about”. LOL, thanks if it useful 😀

Hukum Kekekalan Energi

“Energi di dunia ini bersifat tetap dan tidak akan diciptakan lagi, juga tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah berubah bentuk”.

Saya jadi berfikir tentang hukum tersebut, jika memang energi tidak akan pernah hilang, maka tentu energi yang kita keluarkan di waktu lampau masih ada dong? tapi wujudnya apa ya?

Semisal, ketika kita dilahirkan waktu bayi, pasti menangis. Nah, tangisan mengeluarkan suara dan suara sendiri adalah salah satu bentuk energi. Kemanakah larinya suara kita ketika bayi itu? Seperti apa bentuknya sekarang, jika memang energi suara tersebut telah berubah bentuk?

Wah, pertanyaan begitu banyak, tapi bingung juga jawabnya. Apa ada ya alat yang bisa menangkap energi yang kita keluarkan di waktu lampau? Jika belum ada, sanggupkah dibuat manusia? hmm… menarik untuk difikirkan! Ada yang ingin membuatnya?