just another trash of my head, based on what I see and feel about…

Archive for the ‘Pribadi’ Category

Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan

Balada rindu di malam hari, sulit tidur hinggap kembali untuk sekian kali. Sengaja meniadakan musik dalam rekaman suara di atas agar lebih nyata bahwa rindu ini ada. Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan, sebuah lagu dari Payung Teduh. Aku suka lagu itu, lirik nya indah. Pun suara instrument nya.

Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya

Di malam hari
Menuju pagi
Sedikit cemas
Banyak rindunya

Semoga, Ragu Ini Terbawa Mati Pada Detik Yang Lalu.

Pertanyaan hidup, aku yakin setiap manusia pasti punya itu selagi manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia dan dibekali akal. Ragu kerap kali datang ketika hendak memulai sesuatu, karena disetiap ragu itu ada pertanyaan yang menggantung. Untuk tahu jawabannya, tentu kita harus jalan terus, apa pun hasil dan resiko yang kita terima kelak. Keraguan ini hinggap ketika aku sudah tahu situasi, namun tetap mengambil resiko.

Tentang cinta, berkah lain yang Tuhan anugerahkan kepada manusia, kita memiliki rasa. Aku jatuh cinta, pada seseorang yang mungkin tak sepenuhnya bisa ku miliki. Kembali pada ragu yang datang, apakah dia mencintaiku kembali?

Setiap hari, ia menegaskan sesuatu yang tak perlu lagi kutanyakan apa jawabannya mengenai cintanya padaku. Ia mencintaiku juga. Dan ia juga mencintainya, aku yang tertegun mendengar pernyataannya mengenai orang ketiga adalah setan, aku adalah setan yang begitu dia cintai. Aku orang ketiga dalam hubungan suci mereka.

Entah mengapa aku kehilangan akal mengatasi ini, semua prestasiku di meja belajar seolah tak ada artinya. Aku tak bisa berfikir dengan baik, yang aku tahu aku ingin tetap bersamanya walau semua itu salah dan mungkin kelak ia akan menendangku jauh. Tidak sepenuhnya salah, karena ia juga menginginkan ku selalu didekatnya saat ini. Entah, tapi itu cukup adil.

Bagiku, setiap detik yang telah berlalu adalah jarak terjauh yang pernah ada di dunia ini, karena tidak ada satu kendaraan pun yang mampu mengantarku ke sana. Setiap detik yang lalu, bisa juga ku katakan kematian waktu, ia mati bersama masa lalu ku. Ragu ini, tentang cintanya padaku, aku berharap ia ikut terbawa mati pada detik yang lalu. Semoga.

Tidak ada keraguan sedikit pun bagiku untuk mengatakan, aku mencintainya. Tuhan punya andil dalam rasa yang telah Dia beri pada ku. Cinta datang ke dalam hati, tulus tanpa aku tahu sejak kapan dia bersarang di relung hati. Seingatku, Tuhan adalah pemilik segala rasa. Aku menyalahkan Tuhan? Tidak!. Aku bersyukur atas rasa ini, karena cinta yang aneh ini tak pernah ku miliki sebelumnya.

Ku tulis ini, 1 Ramadan menjelang imsak. Pesannya tetap masuk, mengingatkan ku untuk segera makan sahur. Hari ini, Rabu 10 Juli 2013 ia akan melakukan perjalanan dinas ke Tanah Sumatera. Mungkin akan 1 bulan aku tak bisa menatap wajahnya tersenyum, atau cemberut ketika kesal. Sumatera, Tanah kenangan dimana masa lalu ku ada di sana. Semoga ia membawakan ku sesuatu sepulangnya dari sana, pun sekedar butir pasir yang bisa kujaga sebagai pemberian dari nya.

Kamu yang aku cintai, berbahagialah! Karena itu bahagiaku.

Cemas Menunggu Pagi

Sejak, entah kapan cerita dimulai.
Aku tidak benar-benar tahu, dia sudah tertambat di dalam.
Di titik kecil paling dalam hati, ada cahaya kecil tapi kuat.
Bercahaya terang, tak terganti, tak terjelaskan.

Tiap malam datang, aku cemas ketika menyadari bumi berputar.
Sedikit cemas menunggu pagi.
Cemas ketika cahaya lain datang, kemudian menerangi hari.
Cemas ketika cahaya kecil di malam hari menghilang.

Malam adalah keindahan, sudah lama aku tahu.
Malam juga pusat cerita, selama aku hidup.
Lagi, sedikit cemas menunggu pagi.
Entah cahaya kecil itu akan bertahan atau tidak.

Tambatan di dalam hati, untuk cahaya kecil.
Sudah ku jaga dia sebaik mungkin agar tak pernah padam.
730 hari lebih, walau tak sepenuhnya ku sadari sejak itu.
Aku tak punya alasan, satu pun, tak terjelaskan.

I’m Sorry

Apologize

Pic Source : Photobucket.

Hey! I’m shouting to my self.
But, suddenly silent comes along.
I said I’m sorry silently to the mirror.
Yeah, it’s me for what I’ve done.

This confusion sometimes makes you feel alone.
I dunno, I smile, I laugh to the people who I always to be with.
This is just another reflection, drama instead.
I said more, I’m sorry for what I’ve done to you, my self.

Last morning, The mirror said I look like a shit.
I was hurting you, I was lying on you, my self.
All I can say is, I’m sorry.
You know there’s no regret in my head, logically just say sorry.

Payung Teduh: Resah

Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu

Aku ingin berdua denganmu
Di antara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu

Aku menunggu dengan sabar
Di atas sini, melayang-layang
Tergoyang angin, menantikan tubuh itu

Aku ingin berdua denganmu
Di antara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu…

Ingin berdua denganmu
Di antara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu

=============================================

Sejujurnya, saya juga belum terlalu lama mengetahui Band Payung Teduh. Minim. Yang saya tahu, mereka adalah alumni Universitas Indonesia, cuma sebatas itu. Pernah dengar mereka live beberapa bulan lalu di sebuah acara musik, tapi kemudian lenyap karena tidak menyimak dengan seksama penampilan mereka saat itu. Bertemu kembali dengan Payung Teduh di acara Ramadhan Jazz Festival 2012 di area Masjid Cut Meutia, Cikini, 28 Juli lalu. Kali itu, saya simak dengan seksama musik dan lirik nya, kemudian saya diam. Diam dan berfikir, kenapa musik sebaik ini tidak begitu menggema di Indonesia? Apa yang salah? Termasuk menyalahkan diri sendiri.

I’m sorry for the bad quality. Tapi, hidup kami cukup berkualitas :D.

Payung Teduh tampil sekitar pukul 1 pagi lebih, saat itu penonton masih ramai (Untuk acara Ramadhan, penonton masih berjubel, sangatlah luar biasa – Sahur). And Guess… mereka semua menanti Payung Teduh. Kami menyanyi bersama, saat itu pula saya merasakan rindingan yang tidak terjelaskan. Menyanyi massal, lagu Resah, seperti lirik di atas. Ratusan orang bernyanyi massal, saya pun ikut, secara kebetulan, saya hafal lagu Payung Teduh yang satu ini. Ramadhan Jazz Festival 2012 memang luar biasa, pun ketika menghabiskan waktu bersama teman-teman terbaik yang pernah saya punya. Seolah ingin terus bersama, melewati keresahan.

Are You in Love?

Actually, this is my last Saturday night story. I visited my friend house, then I also met his little brother. His name was “Beeeeppp – censored”, 15. I was talking to him about his girlfriend and why did he doesn’t come out like other teenagers at Saturday night. I dunno how to start this, but, I dunno, then he was talking to me about his love story. And I absolutely made my self as a good listener like a psychologist :D.

He asked me, “Bro, do you really know how does the fall in love feel is?”. Umm… I said “Are you in love?. Owh, you’re growing up now! -lol”. He looked shy and blushing all the way after I yelled him. Thought, I told him that if you’re in love, …

First, this is akward but sometimes a true point. You’ll think that there’s a lot of butterflies flying inside your tummy. No matter day or night. He laughed but then he said YES. (reader, are you agree too? :D).

The second one is, you will find yourself talking to or telephoning the person for no reason. (You might pretend there’s a reason, but often there’s not). Or nowadays, you used to stalk the person by looking his/her facebook or even twitter accounts. He said “how do you know?” :D.

Next things, you will find yourself bringing this person into every conversation. For example, when someone begins “I love Owl City”. You interrupt with, “Hey, my girlfriend also love them too”, and bla-bla-bla. I saw his face, then he’s smile :). You know what does it mean!

The last one, you might suddenly be interested in thing that you used to avoid. (Actually this is so me!). But yeah, I don’t think 21 is teenager anymore. Aaaaarrrgggghhhh, I’m a teenager :D.

Alright, my friend brother was crazy cause he always agree with every single of my opinions. I told him “Okay, I know you’re in love”. I was yelling him loudly ’til his older brother knows it. Dude, falling in love is one thing, but staying in love is another. How can you tell, as time passes, that you’re still in love?

If you’re stay in love, your relationship will change. You might not talk as much about the person you are in love with. You might not always call him/her so often. BUT, this person will nevertheless become more and more important in your life.

You’ll find that you can be yourself with this person. When you first fell in love, you were probably afraid to admit certain things about yourself. But now you can be totally honest. You can trust him/her to accept you just as you are.

So, Are You in Love?

12 Dan 13 Mei 2012

OMG, somethings happened to me at May 12th and 13th 2012. Walau agak maksa untuk tetap datang ke peristiwa tanggal 12 dan 13, saya datang menjawab rasa penasaran. Mengingat, Sabtu sore (12 Mei 2012) saya masih berada di Puncak, Bogor untuk sebuah meeting (tidak penting dan bikin pusing). Bertemu “S” pada malam hari nya, pukul 21.00. Tentu rasa lelah ada.

Tidak mau bercerita banyak, tapi menyenangkan mengenal sesuatu yang baru. Wawasan saya begitu sempit dan terlalu bodoh untuk baru saja mengetahui hal itu ada di dunia ini. Terima kasih banyak Sobat “S”, bertambah pengetahuan saya.