just another trash of my head, based on what I see and feel about…

Posts tagged ‘Izarbaik’

Sedikit Kenangan

Minggu lalu, saya begitu iseng dan ngga ada kerjaan. Daripada bengong, nanti ayam tetangga ada yang mati (eh – abaikan), hehehe. Saya coba beres-beres buku di gudang yang lumayan banyak dan udah ngga karuan ke urus, berdebu pula. Sebenernya saya lumayan males buat beresin tumpukan buku itu, tapi entah kenapa hari Minggu itu berasa ingin saja.

Baik, sekilas info saja. Tumpukan buku tersebut sebenarnya sudah hampir dibuang atau bahkan mau dijual ke tukang barang bekas oleh Ibu saya, tapi saya larang terus. Alasan Ibu karena saya terlihat kurang perhatian dan daripada bertumpuk terus ngga berguna, mending dijual. Tapi yah itu, entahlah agak sulit menjelaskan keinginan hati menyimpan buku-buku tersebut. Sebenarnya tumpukan buku itu cuma buku-buku tulis saya selama sekolah, mungkin dari SD juga ada kali. Buku-buku paket pelajaran dan bacaan lain terkadang sudah langsung ada yang meminta, nah kalo itu saya setuju. Karena ilmu yang ada di buku paket bisa bermanfaat ke pelajar generasi bawah saya. Tapi masih ada juga sih sebagian yang tersisa.

Dulu saya ingat, begitu rajin saya beli buku karena memang senang sekali baca buku. Imaginasi begitu luas dan tidak ada yang membatasi diri saya ketika sedang serius membaca, berbeda dengan nonton film yang cenderung kita diarahkan oleh sang sutradara untuk mengikuti alur yang diarahkannya. Saya suka juga sih nonton film, tapi tetap selektif!. Kebiasaan baca buku sebenernya ketularan dari ortu, atau mungkin semacam “racun” yang didoktrinkan sejak saya kecil. Dulu sebelum sekolah, saya ingat Ibu pernah membelikan saya majalah anak-anak, di sana ada cerpen tentang Air yang sampai sekarang tetap terngiang di lintasan pikiran dan memori saya. Judul cerpennya “Kisah Si Titik Air”.

Belum bisa baca, tapi saya paksa Ibu buat bacakan cerpen itu berulang-ulang setiap malam. Sampai saya hafal waktu itu, sekarang masih ingat juga sih, tapi cuma sebatas gambaran umum saja. Jadi cerpen itu berkisah tentang perjalanan setitik mata air dari asalnya di dalam tanah, terangkat lewat kran, terminum, kembali ke tanah, terpakai mandi dan sebagainya sampai akhirnya Si Titik air itu berlabuh ke laut tidak kembali. Betapa bermanfaat air, begitu kira-kira pesan cerpennya. Ya Allah, seandainya ada mesin waktu, saya rindu saat itu. Benar-benar rindu, terkadang sering merenung dan sedih tanpa sebab ketika waktu saya sudah terlewati begitu banyak.

Well, kita kembali ke beres-beres gudang. Hampir mirip sih, mengenang masa lalu kembali. Kadang inilah bagian yang paling saya benci menjalani hidup, mengenang masa lalu. Demi Allah, saya tidak ingin terlalu bersedih memikirkan masa lalu, hidup adalah untuk masa depan, walau tetap harus belajar dari masa lalu. Basi!!! yah, katakanlah begitu, tapi saya begitu percaya dan selalu menjalani konsep dan prinsip tersebut.

Sebuah buku tulis bersampul cukup bagus, bahkan cenderung masih bagus saya temukan diantara tumpukan yang lain. Begitu menarik, Bimbingan Konseling. Hey, don’t judge the book by it’s cover, hehehe. Saya buka perlahan dan tertulis tahun 2004. Ohh… memori menerawang kembali pada saat saya kelas 8 SMP (Kelas 2), tidak terlalu ingat awalnya. Saya buka kembali beberapa halaman berikutnya dan saya mulai tersenyum, entahlah dalam hati terasa tangisan yang membahagiakan. Banyak catatan BK yang sifatnya pertanyaan-pertanyaan pribadi yang begitu menggelikan ketika saya baca ulang.

Cerita tentang pengalaman berpacaran ketika SMP pun ada, hehehe -jadi malu-. Saya ingat, saya ingat semuanya. Saya ingat ketika itu Guru BK saya, Pak Saman meminta saya dan teman-teman untuk membuat semacam sebuah catatan seperti diary dan keinginan, agak aneh sih anak jaman sekarang buat diary, apalagi laki-laki, mungkin jarang atau mungkin ada? saya kurang tahu pasti. Tapi yang pasti, hal itu cukup bermanfaat ketika kita sedang bermasalah dengan apa pun, percayalah mengurai emosi lewat tulisan begitu menyenangkan. Apalagi ketika kita sering merasa dikecewakan orang lain, maksudnya ketika kita curhat, tapi masalah malah tambah banyak dengan bocornya rahasia tersebut. Saya termasuk diantaranya, begitu alasan saya pada Pak Saman waktu itu dan saya masih ingat bagaimana mengatakannya.

Ada satu hal menarik lagi, hmm… menarik ngga yak? hehehe… Bagi sebagian pelajar, Ruang BK/BP adalah tempat yang cukup menankutkan untuk dikunjungi, dulu saya juga berfikir begitu. Abis kalo keliatan dari luar, cuma anak bandel yang terus menerus dipanggil guru BK dan bolak-balik kesana. Kesannya kayak penjara gitu, yang salah kena hukuman. Tapi setelah saya dipanggil guru BK karena suatu masalah, saya seterusnya malah sering berkunjung meski tanpa masalah. Ketika itu, teman saya Desi Twiwijayanti membawa ular karet, yang konturnya benar-benar mirip dengan ular sungguhan, serius tidak bohong, yang baru pertama kali liat pasti akan langsung kaget dan nyangka itu ular beneran. Nah, muncullah ide iseng buat ngerjain orang yang masuk ke dalam kelas dari luar, kebetulan saya duduk di kursi nomor 3 dekat pintu, jadi agak mudah buat ngelempar.

Dan tibalah Ibu Ai masuk kelas, guru Bahasa Indonesia yang memberikan saya nilai 5 saja di raport (selanjutnya jadi 9 setelah minta maaf). Dengan santai dan isengnya anak SMP, saya lemparlah ular karet milik Desi itu ke depan Ibu Ai, dasar anak bandel 😀 . Spontan Ibu Ai langsung kaget dan mempermasalahkan hal tersebut, terseretlah pertama kali saya ke Ruang BK (DUILLEEEE bahasanya, terseret. hahaha). Dan Desi pun ikut ikut dalam masalah tersebut karena dia pemiliknya (kasian bener, ngga tau apa-apa padahal). Well, justru dari hal itu saya sangat berterima kasih dengan Desi dan Ibu Ai, wah kangen sama kalian deh pokoknya. Sumfeh!!

Banyak hal menarik yang membuat saya duduk di atas debu tanpa sadar dan senyum-senyum sendiri di gudang, karen buku tulis itu. Selanjutnya saya tidak akan meminjamkan buku itu pada siapa pun, karena itu bener-benar catatan dosa dan kebodohan yang -sangat- konyol, malu juga sih. Berlanjuta terus tanpa sadar sudah hampir 1 jam saya duduk membaca buku itu sambil membayangkan kembali situasi saya saat kelas 8. Dulu waktu SMP, saya pernah bilang pada seluruh teman-teman, pengalaman paling menarik dan indah ada di kelas 8 itu, entahlah. Nanti akan saya ceritakan, yang menurut sebagian orang justru buruk sekali saya di kelas tersebut. Maklum lulusan kelas 7.1 alias kelas super unggulan :p.

Sampai pada beberapa halaman terakhir, ada kotak berisi nama seluruh teman sekelas saya di 8.4, dan saya langsung ingat tanpa harus membaca, hahaha. Itu lucu sekali, karena di sana adalah momen tersedih saat itu karena dekat dengan kenaikan ke kelas 9. Di sana ada kotak berisi kesan dan pesan teman-teman terhadap saya karena sebentar lagi akan pisah kelas. Pertanyaan stabdar, apa pendapat kamu tentang saya dan apa yang sebaiknya saya lakukan di kelas 3 nanti. Percayakah anda bahwa 100% teman sekelas saya mencantumkan kana “Pintar” di kolom pendapat?

Menurut mereka begitu, saya pelajar pintar, eh ini pintar pelajaran yakkk bukan pintar yang lain, tapi serius nih bukan sombong, saya memang tidak pernah keluar dari ranking 3 besar selama SMP. Bahkan cenderung jadi favorit guru, sering dikasih buku gratis dari guru karena mereka tahu saya suka baca, makasih ya bapak ibu guru semua, I lop yu pul dah.

Setelah diamati, waktu itu saya protes ke teman-teman yang lain, koq mereka kompakan kasih pendapat begitu. PLease lah ditambah komen yang lain, dan akhirnya pada sewot semua. Saya ingaaaaaat semua itu dan sungguh kangen. Sebetulnya sih sudah ada komen lain selain pintar, misalnya dibilang playboy lah (busehhh… bocah SMP dibilang playboy, ngaco emang itu temen SMP semua). Duh, kemanakah Arief teman semeja saya? Rizal, Novel, Desi, Musa, Ika, Dewi, Febrianti, Febriana, Agus, dan semuanya… Ya Allah, do’a saya semoga semua teman-teman dalam keadaan baik dan sukses, amien.

Yang paling membuat saya sedih adalah komentar dari Almarhumah Nok Riyah, salah satu teman terdekat saya ketika itu. Kebetulan waktu kelas 7 kami sekelas, jadi begitu masuk kelas 8 kami langsung akrab. Beliau meninggal ketika kami kelas 9 dan itu juga momen paling menyedihkan bagi saya. Sekarang cuma do’a saja yang bisa saya kirimkan ke beliau, walau mungkin Allah sudah menyampaikan padanya bahwa saya begitu menyanyangi dia sebagai sahabat dan selalu mendo’akan yang terbaik baginya. Iyah (panggilan beliau) bilang “Zar, jangan lupa makan yak, kamu kurus banget! Nanti kelas 3 harus lebih gemuk dari ini, supaya lebih pintar”. Huhu, sedih bacanya (masih ada terusannya padahal).

Huh, ngga kerasa udah mengenang memori masa lalu lewat sebuah buku, cuma buku tulis doang padahal, tapi itu harta saya yang tidak ternilai, setiap momen yang saya lalui adalah harta berharga. Mungkin teman-teman juga? Yah… setidaknya manfaatkanlah waktu kalian dengan baik, jika tak ingin ada penyesalan nantinya. hmm… banyak sekali perubahan yang terjadi pada saya setelah masa-masa SMP, bukan hanya fisik tapi karakter dan sikap juga sih katanya, semoga itu lebih baik. Padahal saya merasa begini-begini saja dari dulu, tidak ada yang spesial, bahkan jadi bodoh karena terlalu sibuk memikirkan banyak hal, ah… dewasa membuat saya banyak pikiran.

Well, salam semangat, semoga semua selalu dalam kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Fight!

Hello world!

Hello World!

Kalimat ramah terpampang ketika memulai dunia baru di blog ini, entah berapa kali saya mengatakan ini adalah dunia baru, hahaha. Kenapa begitu? harus kah saya bilang? Jika harus, hmmm… hanya 1 alasannya, menulis adalah jiwa saya (ceillaaaah :p ). Yap, saya sudah memiliki beberapa blog sebelum ini, dengan tema berbeda-beda dan tujuan berbeda-beda pula. Ada yang menggunakan data asli ada juga yang super fiktif, tapi sesuai yang saya bilang tadi, bahwa saya memiliki tujuan tersendiri kenapa buat banyak blog.

Nah, tujuan blog ini sendiri apa dong? Hehehe… sejauh ini, entahlah sadar atau tidak, saya hanya ingin mematenkan blog “izarbaik” sebagai milik saya. Karena? Hehehe (eh, koq ketawa mulu sih?), yah karena beberapa akun sosial saya menggunakan username “izarbaik” itu. Bahkan hosting blog tetangga, pakai username izarbaik juga :D. Jadi, saya pikir di wordpress saya sudah daftar nama blog izarbaik, eh ternyata belum. Daripada nanti jika saya sudah jadi artis dan terkenal, nama ini dipatenkan orang lain, kan bahaya (hammer). Okelah, abaikan semuanya.

Dunia tanpa tulisan membuat saya seperti gagap, kadang memang begitu. Ada beberapa hal yang begitu sulit saya katakan, namun dengan begitu mudahnya segala hal tercurah lewat tulisan. One day, saya mau buat percetakan sendiri kali yak biar bisa menerbitkan tulisan pribadi (yang ngga penting), hehehe.

Well, I think that’s enough from me as an introduction (lol, introduction?). Okay, katakan apa saja yang ingin kalian katakan pada blog ini. Semoga ada hal positif yang bisa saya bagikan sebagai orang baik (hammer). Hello world, it’s me! izarbaik!