just another trash of my head, based on what I see and feel about…

Posts tagged ‘Kaskus’

Cerita Sepatu

Nanti akan saya Copy Paste kan sedikit cerita tentang sepatu dari Kaskus Heart To Heart : I do like this story. Simple, namun dalam makna. Dan cukup membuat saya sedih karena sadar ini sangat berlaku pada apa pun, termasuk manusia. Sifat manusia yang pelupa, cenderung mengecilkan setiap pertolongan dan seringkali hanya ingat ketika dalam keadaan senang. Tidak men-generalisir, tapi cukup baik sebagai bahan interospeksi diri. Bercerminlah!

Ada sepasang sepatu usang
terduduk lusuh bersandar pada tembok putih
terlihat begitu gontai

“betapa sedihnya aku seperti ini”
jerit tertahan sepatu itu
“ehm..ehm..” sepatu tak sadar tembok di belakangnya turut menahan pilunya

“tak perlu kamu sedih seperti itu sepatu, semua memang ada waktunya ” ujar tembok bijak.

sepatu sedikit terhibur, lalu tersenyum.
“tapi aku sedih ditinggalkan sendiri di sini. padahal seharusnya aku ikut gadis kecil itu ke sekolahnya” ungkap sepatu. kali ini tidak sedih hanya kecewa.

“sudahlah sepatu, kamu mungkin sudah waktunya beristirahat. lihat badanmu penuh jahitan dan sobekan” tembok yang bijak, tapi sepatu tertunduk lagi.

“aku memang sudah sepantasnya diganti. sekarang aku tak berguna lagi” keluh sepatu sepi. tembok tersenyum

“sepatu, kamu tak boleh seperti ini. kamu itu sangat berguna, dan setiap apapun mempunyai masa tugas yang harus dijalaninya”
“maksud tembok ?” sepatu belom mengerti
” apapun itu selama ada harus melaksanakan tugas. seperti aku yang harus menjaga dan melindungi isi dari rumah ini. namun, pada suatu hari nanti masa tugas semuanya akan habis. entah cepat atau lambat.”

“jadi, maksud tembok sekarang ini mas atugasku sudah habis ?” tembok mengangguk tenang, tapi sepatu tertunduk malas lagi.

” jadi kira-kira begitulah sepatu. mungkin sekarang kamu memang harus beristirahat dari tugasmu” hibur tembok pelan.

“tapi sepatu masih sayang pada gadis kecil itu, masih ingin melindungi kaki-kaki kecilnya, masih ingin di rawat oleh kedua tangan halusnya” ratap sepatu sendu.

” tenanglah sepatu, kalau kamu memang sayang pada gadis kecil itu, kamu harus biarkan dia bahagia juga dengan sepatu barunya. kamu jangan sedih lagi. percayalah, gadis kecil itu sayang padamu, makanya dia tak mau merepotkanmu lagi yang sudah banyak cela. dia berharap kamu akan bisa beristirahat setelah kelelahan melindunginya selama ini” tembok memang bijak seperti dirinya yang kokoh, meski tak diperhatikan sekalipun.
“seperti itukah tembok ? rasanya aku ingin sekali berterimakasih pada semua” sepatu tersenyum haru.

kini sepatu yang usah lusuh bangkit
dan mencoba berdiri tegap
semua di sekelilingnya memandang ramah
inikan indahnya berarti ?
betapa bahagianya bila berguna bagi orang lain.