just another trash of my head, based on what I see and feel about…

Posts tagged ‘Kuliah’

Customer Service Professional

You are a customer service agent working for a national furniture retailer. The companies wants to set service standard because some customer have complained recently. Following a TV advertising campaign, sales or certain sofas and beds increased dramatically. How ever the furniture manufacturer could not meet the delivery deadlines (within six weeks). Not only that, when complaints were made they were not handled well and some customers then canceled their others.
Give your views on what service standard could be put into the places! Write down 3 service standard wich would be relevant! For each one describe what actions would need to be taken to make sure the company can meet these service standard.

Segala yang sudah terjadi, mungkin saja memang sebuah kesalahan dan tidak mungkin bisa diulang untuk diperbaiki. Tapi kita harus percaya bahwa segalanya bisa diperbaiki pun dari mempelajari kesalahan. Meski Pengusaha Furnitur “katakanlah” telah gagal memenuhi target pengiriman barang dalam waktu 6 minggu, kita tetap bisa memenuhi pesanan itu. Berikut 3 langkah strategis yang bisa diterapkan :

Pertama, lakukan pendekatan kepada customer dengan menjelaskan kondisi teknis yang mungkin terjadi. Lakukan dengan bijak, karena persepsi pelanggan adalah raja memang benar. Berikan jaminan kepada pelanggan bahwa kita akan memperbaiki sistem dan mempercepat proses produksi sehingga target 6 minggu tadi bisa terpenuhi. Cara internalnya, kita harus memberikan target pula kepada karyawan kita untuk membantu agar proses tersebut berjalan dengan baik, tidak perlu keras, lakukan dengan bijaksana dan beberapa pengertian kepada karyawan mengenai target produksi. Tingkatkan mutu karyawan (bukan hanya mutu produk) dengan memberikan pelatihan khusus.

Kedua, Lakukan perluasan jaringan pelanggan. Istilahnya, kita lakukan promosi agar banyak yang mengenal produk furnitur kita. Ketika posisi sulit menghadang, seperti pelanggan yang rewel tidak jadi beli karena sebuah masalah, kita tidak perlu terlalu panik karena kehilangan pelanggan. Kita tetap merangkul pelanggan lain, sambil tentunya kita usahakan pelanggan rewel tadi tetap merasa puas terlayani. Caranya mungkin dengan memberikan jaminan khusus seperti langkah pertama tadi. Keseimbangan jumlah pelanggan juga sangat penting, jadi kita tidak perlu bergantung pada satu pelanggan saja.

Ketiga, Peningkatan Sarana dan Prasarana Produksi. Tidak dapat dipungkiri ketika proses produksi dan bahkan pengiriman terhambat terjadi karena masalah sarana dan prasarana pendukung yang tidak memadai. Lakukan perbaikan secara berkala pada mesin-mesin produksi dan kendaraan pengangkut. Jika kita kekurangan dana, mungkin bisa melakukan sejumlah kesepakatan dengan pemodal / kredit bank untuk membantu. Hasil tentu sudah bisa kita banyangkan jika target mencapai titik pusatnya (penjualan berhasil). Lakukan kredit dengan rasional dan sesuai kemampuan keuangan kita jika produk sudah terjual, sadari resikonya.

Tapi, jika harus memilih satu rencana yang paling sesuai, yah urutkan saja dari yang paling pertama. Langkah pertama paling relevan jika harus diterapkan, kedua menguatkan dan yang ketiga semakin mengokohkan posisi.

Actually, that wasn’t my own homework. But, I think it’s really interesting when a friend ask me to help her, giving my own opinion about her homework “Customer Service Professional”. That’s my own opinion about S.O.P (Standard Operational Procedure), yep I call it S.O.P because it sounds like we should solve any problems when we had a business. I give her 3 points above and she said “Imagine, I never think what you’ve thinking about”. LOL, thanks if it useful 😀

Hukum Kekekalan Energi

“Energi di dunia ini bersifat tetap dan tidak akan diciptakan lagi, juga tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah berubah bentuk”.

Saya jadi berfikir tentang hukum tersebut, jika memang energi tidak akan pernah hilang, maka tentu energi yang kita keluarkan di waktu lampau masih ada dong? tapi wujudnya apa ya?

Semisal, ketika kita dilahirkan waktu bayi, pasti menangis. Nah, tangisan mengeluarkan suara dan suara sendiri adalah salah satu bentuk energi. Kemanakah larinya suara kita ketika bayi itu? Seperti apa bentuknya sekarang, jika memang energi suara tersebut telah berubah bentuk?

Wah, pertanyaan begitu banyak, tapi bingung juga jawabnya. Apa ada ya alat yang bisa menangkap energi yang kita keluarkan di waktu lampau? Jika belum ada, sanggupkah dibuat manusia? hmm… menarik untuk difikirkan! Ada yang ingin membuatnya?

Jakarta Yang Semakin Macet!

Jakarta semakin hari semakin parah aja macetnya! saya hampir terlambat ke kampus gara-gara macet. huhh… !! Lelah. Kalo diliat situasi jalan tadi, mungkin karena penduduk Jakarta atau siapa pun yang menuju Jakarta, pada egois dan mau enak sendiri. Masa bawa mobil gede-gede cuma diisi 1 atau 2 orang aja!

gilaaaa… makan space jalan tau!!

Ditambah lagi angkot yang super tidak tertib, Semakin parah aja kondisi jalan di Jakarta…. caaaaapppppeeeekkkk!!!! Sebenernya sih, udah biasa juga dateng telat ke kampus :p, tapi tadi itu lumayan penting karena ada kuis dan persiapan UTS, jadi ketinggalan dikit info aja berasa rugi, secara temen-temen sekelas juga pada susah diharapkan, yang ada malah pada minta nyontek nanti :(.

Kapan ya penduduk Jakarta pada sadar untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi?. Padahal kita bisa liat di Singapura yang negaranya cuma secuil gitu tapi gak macet?!!. lalu apa yg salah dengan JAKARTA?

it’s a BIG Question?

Mungkin salah satu penyebabnya juga tuh pemakai jalan yg gak pada tertib! KITA, yak kita. huhh… saya harus menghela nafas lagi nih…!! sabar!. So, ayolah sedikit demi sedikit belajar tertib. Sampai kapan pun Indonesia tidak akan maju kalau kita semua begini, mau berganti beberapa generasi pun, hasilnya sama.

Sekarang gimana ya caranya buat ngurangin jumlah mobil pribadi di jalan Jakarta??!! Kalo mau bercermin sama Singapura atau Amerika mungkin masalah ini bisa dikurangi kali yakxz?? -Mungkin lohh, mungkin-. Negara mereka menanamkan pajak yg sangat tinggi untuk parkir kendaraan atau sekedar untuk masuk TOL. Jadi kalo pun ada diantara orang-orang di sana yang naik mobil pribadi itu karena mreka KAYA… Banget!

Nah, tak salah kan kalo negara ngambil “bayar pajak” uang dari para orang-orang kaya di negara itu??.

Walaupun harga mobil di negara itu relatif murah, orang-orang yang kantongnya biasa aja mesti berfikir dua kali untuk naik mobil pribadi. gara2 pajak en TOLnya mahal boo…!!

nah, mungkin cara itu bisa dipakai -sotoy-. Di sini justru kebalikan dari itu…. mobil mahal tapi pajaknya murah banget! -menurut pengalaman pribadi-.

finally, we hope, semoga aja orang-orang di Jakarta pada nyadar kalo Jakarta emang harus di ubah biar gak macet!! berangkat kemana pun jadi gak was-was karena macet…

NB : Balada Curhat ngga kesampean. Asal ngomong, asal-asalan… BANGET!

Just Complicated

Bohong itu dosa?
Ya… saya tahu itu, tapi jika terpaksa? mungkin saya tahu juga akan tetap dosa. Entahlah, saya tidak suka atau mungkin sulit mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Ini tentang bagaimana saya menjalani kuliah saya selama ini, seringkali saya mengatakan bahwa saya telah pindah dari kampus lama dan telah memulai hal baru di kampus baru, faktanya semua itu belum terjadi. Yak, sejujurnya saya masih kuliah di tempat awal saya kuliah. Universitas “teeeet” di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Tapi, sepertinya semua itu akan benar-benar terwujud dalam waktu dekat. Semester genap depan saya akan pindah, untuk kali ini benar adanya. Saya akan mengakhiri beasiswa saya di kampus lama dan mulai membiayai perkuliahan sendiri pada bulan Juli mendatang. Yak, saya sudah mendaftarkan diri di kampus baru.

Alasan kepindahan?
Sudah saya jelaskan ke beberapa teman dekat, juga melalui blog lama atau pun facebook. Jadi mungkin tak perlu saya ulas kembali di sini, toh mungkin teman-teman tidak akan peduli. Setelah saya fikir-fikir, ternyata alasan paling kuat justru masalah status “beasiswa” nya itu. Memang saya jadi terlihat hebat dengan tetap mempertahankan IPK di atas 3.5, tapi pernah kah kalian melihat berita tentang seorang remaja yang bunuh diri karena putus asa menjalani apa yang tidak dia suka?. Jika pernah, yah sama… saya juga pernah. Lalu? Yah… saya ngga akan bunuh diri juga kali :p, takut juga lagian masih banyak dosa.

Saya fikir saya telah menjadi orang lain dengan belajar diarahkan oleh orang lain untuk begini dan begitu, memang saya tahu itu baik, tapi bisakah normal saja?. Berat harus menghadapi tuntutan perkuliahan, mengingat saya tidak termasuk katagori pelajar pintar. Saya ingin melakukan kesalahan, yak biar nilai keliatan variatif ada C nya begitu, belajar juga bisa santai tapi saya mengerti apa yang sedang saya pelajari dan bisa membayangkan manfaatnya ke depan. Seperti seorang robot yang sedang diarahkan oleh operatornya agar bisa bekerja dengan baik.

Dasar bodoh! biarkan saja, yang penting saya sudah daftar kuliah di tempat baru, atas biaya sendiri. Alhamdulillah, saya lebih bahagia menjalani kuliah begitu, semoga tempat baru nanti bisa membawa perubahan baik. Saat ini saya masih harus menjalani semester terakhir di kampus lama, tetap seperti biasanya, pagi sampai siang dan sore bekerja.

Dear teman-teman yang pernah baca soal kasus ini di blog lama atau dimana pun, mohon maaf merasa telah dibohongi. Tak ada niat, toh saya akan dan mungkin telah mewujudkan itu menjadi kenyataan. Tidak ada kebanggaan sama sekali belajar di kampus lama, biasa saja, bagus tapi yah memang saya tidak menemukan apa yang saya cari. Kebahagiaan menjadi biasa. Apakah saya kalah? kelihatannya begitu, tapi logika saya mengatakan saya telah menang.