just another trash of my head, based on what I see and feel about…

Posts tagged ‘Masalah’

Semoga, Ragu Ini Terbawa Mati Pada Detik Yang Lalu.

Pertanyaan hidup, aku yakin setiap manusia pasti punya itu selagi manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia dan dibekali akal. Ragu kerap kali datang ketika hendak memulai sesuatu, karena disetiap ragu itu ada pertanyaan yang menggantung. Untuk tahu jawabannya, tentu kita harus jalan terus, apa pun hasil dan resiko yang kita terima kelak. Keraguan ini hinggap ketika aku sudah tahu situasi, namun tetap mengambil resiko.

Tentang cinta, berkah lain yang Tuhan anugerahkan kepada manusia, kita memiliki rasa. Aku jatuh cinta, pada seseorang yang mungkin tak sepenuhnya bisa ku miliki. Kembali pada ragu yang datang, apakah dia mencintaiku kembali?

Setiap hari, ia menegaskan sesuatu yang tak perlu lagi kutanyakan apa jawabannya mengenai cintanya padaku. Ia mencintaiku juga. Dan ia juga mencintainya, aku yang tertegun mendengar pernyataannya mengenai orang ketiga adalah setan, aku adalah setan yang begitu dia cintai. Aku orang ketiga dalam hubungan suci mereka.

Entah mengapa aku kehilangan akal mengatasi ini, semua prestasiku di meja belajar seolah tak ada artinya. Aku tak bisa berfikir dengan baik, yang aku tahu aku ingin tetap bersamanya walau semua itu salah dan mungkin kelak ia akan menendangku jauh. Tidak sepenuhnya salah, karena ia juga menginginkan ku selalu didekatnya saat ini. Entah, tapi itu cukup adil.

Bagiku, setiap detik yang telah berlalu adalah jarak terjauh yang pernah ada di dunia ini, karena tidak ada satu kendaraan pun yang mampu mengantarku ke sana. Setiap detik yang lalu, bisa juga ku katakan kematian waktu, ia mati bersama masa lalu ku. Ragu ini, tentang cintanya padaku, aku berharap ia ikut terbawa mati pada detik yang lalu. Semoga.

Tidak ada keraguan sedikit pun bagiku untuk mengatakan, aku mencintainya. Tuhan punya andil dalam rasa yang telah Dia beri pada ku. Cinta datang ke dalam hati, tulus tanpa aku tahu sejak kapan dia bersarang di relung hati. Seingatku, Tuhan adalah pemilik segala rasa. Aku menyalahkan Tuhan? Tidak!. Aku bersyukur atas rasa ini, karena cinta yang aneh ini tak pernah ku miliki sebelumnya.

Ku tulis ini, 1 Ramadan menjelang imsak. Pesannya tetap masuk, mengingatkan ku untuk segera makan sahur. Hari ini, Rabu 10 Juli 2013 ia akan melakukan perjalanan dinas ke Tanah Sumatera. Mungkin akan 1 bulan aku tak bisa menatap wajahnya tersenyum, atau cemberut ketika kesal. Sumatera, Tanah kenangan dimana masa lalu ku ada di sana. Semoga ia membawakan ku sesuatu sepulangnya dari sana, pun sekedar butir pasir yang bisa kujaga sebagai pemberian dari nya.

Kamu yang aku cintai, berbahagialah! Karena itu bahagiaku.

Jakarta Yang Semakin Macet!

Jakarta semakin hari semakin parah aja macetnya! saya hampir terlambat ke kampus gara-gara macet. huhh… !! Lelah. Kalo diliat situasi jalan tadi, mungkin karena penduduk Jakarta atau siapa pun yang menuju Jakarta, pada egois dan mau enak sendiri. Masa bawa mobil gede-gede cuma diisi 1 atau 2 orang aja!

gilaaaa… makan space jalan tau!!

Ditambah lagi angkot yang super tidak tertib, Semakin parah aja kondisi jalan di Jakarta…. caaaaapppppeeeekkkk!!!! Sebenernya sih, udah biasa juga dateng telat ke kampus :p, tapi tadi itu lumayan penting karena ada kuis dan persiapan UTS, jadi ketinggalan dikit info aja berasa rugi, secara temen-temen sekelas juga pada susah diharapkan, yang ada malah pada minta nyontek nanti :(.

Kapan ya penduduk Jakarta pada sadar untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi?. Padahal kita bisa liat di Singapura yang negaranya cuma secuil gitu tapi gak macet?!!. lalu apa yg salah dengan JAKARTA?

it’s a BIG Question?

Mungkin salah satu penyebabnya juga tuh pemakai jalan yg gak pada tertib! KITA, yak kita. huhh… saya harus menghela nafas lagi nih…!! sabar!. So, ayolah sedikit demi sedikit belajar tertib. Sampai kapan pun Indonesia tidak akan maju kalau kita semua begini, mau berganti beberapa generasi pun, hasilnya sama.

Sekarang gimana ya caranya buat ngurangin jumlah mobil pribadi di jalan Jakarta??!! Kalo mau bercermin sama Singapura atau Amerika mungkin masalah ini bisa dikurangi kali yakxz?? -Mungkin lohh, mungkin-. Negara mereka menanamkan pajak yg sangat tinggi untuk parkir kendaraan atau sekedar untuk masuk TOL. Jadi kalo pun ada diantara orang-orang di sana yang naik mobil pribadi itu karena mreka KAYA… Banget!

Nah, tak salah kan kalo negara ngambil “bayar pajak” uang dari para orang-orang kaya di negara itu??.

Walaupun harga mobil di negara itu relatif murah, orang-orang yang kantongnya biasa aja mesti berfikir dua kali untuk naik mobil pribadi. gara2 pajak en TOLnya mahal boo…!!

nah, mungkin cara itu bisa dipakai -sotoy-. Di sini justru kebalikan dari itu…. mobil mahal tapi pajaknya murah banget! -menurut pengalaman pribadi-.

finally, we hope, semoga aja orang-orang di Jakarta pada nyadar kalo Jakarta emang harus di ubah biar gak macet!! berangkat kemana pun jadi gak was-was karena macet…

NB : Balada Curhat ngga kesampean. Asal ngomong, asal-asalan… BANGET!

Just Complicated

Bohong itu dosa?
Ya… saya tahu itu, tapi jika terpaksa? mungkin saya tahu juga akan tetap dosa. Entahlah, saya tidak suka atau mungkin sulit mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Ini tentang bagaimana saya menjalani kuliah saya selama ini, seringkali saya mengatakan bahwa saya telah pindah dari kampus lama dan telah memulai hal baru di kampus baru, faktanya semua itu belum terjadi. Yak, sejujurnya saya masih kuliah di tempat awal saya kuliah. Universitas “teeeet” di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Tapi, sepertinya semua itu akan benar-benar terwujud dalam waktu dekat. Semester genap depan saya akan pindah, untuk kali ini benar adanya. Saya akan mengakhiri beasiswa saya di kampus lama dan mulai membiayai perkuliahan sendiri pada bulan Juli mendatang. Yak, saya sudah mendaftarkan diri di kampus baru.

Alasan kepindahan?
Sudah saya jelaskan ke beberapa teman dekat, juga melalui blog lama atau pun facebook. Jadi mungkin tak perlu saya ulas kembali di sini, toh mungkin teman-teman tidak akan peduli. Setelah saya fikir-fikir, ternyata alasan paling kuat justru masalah status “beasiswa” nya itu. Memang saya jadi terlihat hebat dengan tetap mempertahankan IPK di atas 3.5, tapi pernah kah kalian melihat berita tentang seorang remaja yang bunuh diri karena putus asa menjalani apa yang tidak dia suka?. Jika pernah, yah sama… saya juga pernah. Lalu? Yah… saya ngga akan bunuh diri juga kali :p, takut juga lagian masih banyak dosa.

Saya fikir saya telah menjadi orang lain dengan belajar diarahkan oleh orang lain untuk begini dan begitu, memang saya tahu itu baik, tapi bisakah normal saja?. Berat harus menghadapi tuntutan perkuliahan, mengingat saya tidak termasuk katagori pelajar pintar. Saya ingin melakukan kesalahan, yak biar nilai keliatan variatif ada C nya begitu, belajar juga bisa santai tapi saya mengerti apa yang sedang saya pelajari dan bisa membayangkan manfaatnya ke depan. Seperti seorang robot yang sedang diarahkan oleh operatornya agar bisa bekerja dengan baik.

Dasar bodoh! biarkan saja, yang penting saya sudah daftar kuliah di tempat baru, atas biaya sendiri. Alhamdulillah, saya lebih bahagia menjalani kuliah begitu, semoga tempat baru nanti bisa membawa perubahan baik. Saat ini saya masih harus menjalani semester terakhir di kampus lama, tetap seperti biasanya, pagi sampai siang dan sore bekerja.

Dear teman-teman yang pernah baca soal kasus ini di blog lama atau dimana pun, mohon maaf merasa telah dibohongi. Tak ada niat, toh saya akan dan mungkin telah mewujudkan itu menjadi kenyataan. Tidak ada kebanggaan sama sekali belajar di kampus lama, biasa saja, bagus tapi yah memang saya tidak menemukan apa yang saya cari. Kebahagiaan menjadi biasa. Apakah saya kalah? kelihatannya begitu, tapi logika saya mengatakan saya telah menang.