just another trash of my head, based on what I see and feel about…

Posts tagged ‘Pribadi’

I’m Sorry

Apologize

Pic Source : Photobucket.

Hey! I’m shouting to my self.
But, suddenly silent comes along.
I said I’m sorry silently to the mirror.
Yeah, it’s me for what I’ve done.

This confusion sometimes makes you feel alone.
I dunno, I smile, I laugh to the people who I always to be with.
This is just another reflection, drama instead.
I said more, I’m sorry for what I’ve done to you, my self.

Last morning, The mirror said I look like a shit.
I was hurting you, I was lying on you, my self.
All I can say is, I’m sorry.
You know there’s no regret in my head, logically just say sorry.

Are You in Love?

Actually, this is my last Saturday night story. I visited my friend house, then I also met his little brother. His name was “Beeeeppp – censored”, 15. I was talking to him about his girlfriend and why did he doesn’t come out like other teenagers at Saturday night. I dunno how to start this, but, I dunno, then he was talking to me about his love story. And I absolutely made my self as a good listener like a psychologist :D.

He asked me, “Bro, do you really know how does the fall in love feel is?”. Umm… I said “Are you in love?. Owh, you’re growing up now! -lol”. He looked shy and blushing all the way after I yelled him. Thought, I told him that if you’re in love, …

First, this is akward but sometimes a true point. You’ll think that there’s a lot of butterflies flying inside your tummy. No matter day or night. He laughed but then he said YES. (reader, are you agree too? :D).

The second one is, you will find yourself talking to or telephoning the person for no reason. (You might pretend there’s a reason, but often there’s not). Or nowadays, you used to stalk the person by looking his/her facebook or even twitter accounts. He said “how do you know?” :D.

Next things, you will find yourself bringing this person into every conversation. For example, when someone begins “I love Owl City”. You interrupt with, “Hey, my girlfriend also love them too”, and bla-bla-bla. I saw his face, then he’s smile :). You know what does it mean!

The last one, you might suddenly be interested in thing that you used to avoid. (Actually this is so me!). But yeah, I don’t think 21 is teenager anymore. Aaaaarrrgggghhhh, I’m a teenager :D.

Alright, my friend brother was crazy cause he always agree with every single of my opinions. I told him “Okay, I know you’re in love”. I was yelling him loudly ’til his older brother knows it. Dude, falling in love is one thing, but staying in love is another. How can you tell, as time passes, that you’re still in love?

If you’re stay in love, your relationship will change. You might not talk as much about the person you are in love with. You might not always call him/her so often. BUT, this person will nevertheless become more and more important in your life.

You’ll find that you can be yourself with this person. When you first fell in love, you were probably afraid to admit certain things about yourself. But now you can be totally honest. You can trust him/her to accept you just as you are.

So, Are You in Love?

(Jika) Saya Adalah CEO Bakrie Group

Ini bukanlah jika, ini tentang saya. Saya adalah seorang CEO dari Bakrie Group (dalam blog) yang harus bisa dan serius bagaimana menangani sebuah perusahaan besar yang maju diberbagai aspek kehidupan masyarakat. Blog ini bukanlah mimpi, namun saya adalah wujud nyata seorang CEO yang harus bisa menjalani dan mengembangkan perusahaan yang saya pimpin.

Mendengar nama Bakrie tidak bisa dipungkiri bahwa nama tersebut tentu memiliki magnet yang mengerucut pada satu individu, seorang pengusaha sukses yang disebut-sebut pernah menduduki ranking teratas sebagai orang terkaya di negeri ini. Bapak Aburizal Bakrie.

Perjalanan Bapak Aburizal yang sebelumnya didahului oleh ayahanda beliau sendiri, Bapak Achmad Bakrie tidaklah terlihat mudah seperti menurut sebagian orang saat ini. Menurut sumber yang saya baca langsung dari blog pribadi Bapak Aburizal, terlihat betapa gigih dan keras perjuangan Bapak Achmad Bakrie dalam mendidik anak-anaknya untuk bermental kuat, apalagi sebagai seorang pengusaha. Bapak Achmad Bakrie tak tanggung-tanggung dalam mendidik anak, termasuk “menertawakan” kegagalan bisnis yang dialami Bapak Aburizal pada saat itu. Selengkapnya tentang kegigihan Bapak Achmad Bakrie tersebut bisa di download cuma-cuma di blog Bapak Aburizal.

Kini, Bakrie Group sudah memasuki tahun ke 70 dalam perjalanannya. Sebuah usia yang bisa dibilang tak muda lagi, sebuah usia yang juga menjadi barometer betapa kuatnya Bakrie Group berdiri selama ini. Lalu, bagaimana saya sebagai seorang CEO untuk bisa bekerja lebih baik lagi membawa Bakrie Group di masa mendatang?

1. Strengths
Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, 70 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk merintis usaha dan kemudian melebarkannya ke beberapa sektor usaha lain yang menjadi satu group. Bakrie Group sebagai group yang besar, tentu memiliki itu, sesuatu yang saya sebut dengan kekuatan / strengths.

Adapun kekuatan yang saya maksud adalah, betapa dekatnya bidang usaha Group Bakrie dengan kebutuhan masyarakat pada saat ini. Seperti sektor telekomunikasi, pertanian dan perkebunan, infrastruktur, migas, pendidikan dan lain sebagainya. Kesemua sektor usaha tersebut bisa dengan mudah bertigrasi dengan masyarakat.

Selain itu, sesama Group Bakrie sendiri bisa saling support untuk memanfaatkan jasa satu sama lainnya, seperti sebuah lingkaran utuh yang tak terputus, roda ekonomi akan terus berputar tanpa harus mengalirkan dana keluar. Sebagai contoh, bilamana Bakrie Brothers atau Bumi Resources membutuhkan karyawan yang kompeten, saya akan lakukan seleksi ketat lulusan Universitas Bakrie untuk dipekerjakan dan menduduki posisi tertentu di Bakrie Group, selanjutnya jika diantaranya membutuhkan sarana telekomunikasi, saya akan gunakan produk Bakrie Telekom sebagai penunjang. Tentu infrastruktur yang baik juga didukung oleh Bakrie Land.

Ini bukanlah monopoli, tapi ini adalah strategi berbisnis tanpa harus mengalirkan dana yang besar keluar dari lingkaran yang saya umpamakan tadi. Jelaskan pada masyarakat tentang bagaimana sebuah usaha itu bisa bertahan lama dan tentu menghasilkan keuntungan yang baik. Bakrie Group memiliki TV One, ANTV dan Vivanews untuk melakukan itu dengan baik.

2. Weaknessess
Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap ada kelebihan atau kekuatan, tentu akan ada celah dimana kelemahan terlihat. Ini tergantung seberapa detail seorang CEO melihatnya, dan menjawabnya sebagai tantangan di masa mendatang.

Kelemahan pada dasarnya bisa dijadikan masukan positif, umpan balik atau respon dari kepuasan masyarakat selama menggunakan produk Bakrie Group. Dengan melihat sisi positif itu, kelemahan bisa kita arahkan menjadi hal positif pula.

Judgement masyarakat mengenai pencalonan Bapak Aburizal sebagai calon presiden pada pemilu tahun 2014 mendatang, bisa saja dijadikan alat sebagai “bom” untuk meledakkan Bakrie Group. Lihat sisi positifnya, ajarkan kepada masyarakat untuk bisa melihat sosok Pengusaha gigih yang bisa mencapai kesuksesan. Kampanyekan bahwa setiap manusia bisa mencapai titik dimana Bapak Aburizal berada, asalkan tetap gigih dan giat berusaha. Jelaskan dengan baik.

Selain itu, kelemahan lain yang mungkin bisa jadi penghalang adalah pengaruh harga komoditi dunia, pada dasarnya setiap perusahaan yang sudah berintegrasi dengan pasar dunia haruslah siap dengan hal itu, termasuk Bakrie Group. Semisal harga minyak dan gas yang sangat dipengaruhi oleh negara-negara tertentu, dengan itu saya akan mencoba untuk mencari pasar-pasar baru dimana pengaruh negara tersebut tidak terlalu besar.

Saya pernah mendengar tentang keluhan harga sebuah apartement hasil pengembangan Bakrieland sangatlah mahal dan tidak terjangkau. Lagi-lagi, saya menemukan ladang baru dimana segmen pasar dan daya beli masyarakat akan saya sesuaikan kemudian.

3. Opportunities
Melihat masa depan bisnis sangatlah menarik bagi saya sebagai seorang CEO, dimana keputusan saat ini bisa sangat berpengaruh di masa mendatang. Tidak seperti cenayang yang mengandalkan khayalan dan imajinasi, melihat masa depan bisnis adalah sebuah prediksi dengan perhitungan yang harus tepat dan matang.

Melihat kebutuhan masyarakat saat ini yang mobilitas nya sangat tinggi, kebutuhan akses sesuatu yang juga harus cepat. Saya melihat bahwa masyarakat dewasa kini sangatlah dinamis, banyak melakukan perjalanan jauh dalam jangka waktu yang relatif berdekatan waktunya. Bukankah membangun infrastuktur seperti jalan tol, terminal dengan armada angkutan milik Bakrie Group sendiri atau saya bisa saja membangun bandara, bisa menunjang semua itu?.

Sementara di sektor telekomunikasi, kini era data telah datang dimana kebutuhan akan akses data dan internet sangat tinggi. Keputusan Bakrie Group untuk mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang data dan internet service, Rekajasa Akses pada tahun 2011 lalu, sangatlah tepat. Bakrie Group sangat jelas bisa menangkap peluang ini dengan baik, bisnis data memang sangat menjanjikan di masa depan.

4. Threats
Ancaman / Threats saya bedakan menjadi dua dalam hal ini, yang pertama datang dari internal perusahaan dan yang kedua datang dari eksternal perusahaan. Kedua ancaman tersebut sangat penting untuk saya perhatikan, dimana keduanya memang saling terhubung.

Ancaman yang datang dari luar dan paling terlihat tentu saja harga-harga barang di dalam negeri maupun luar negeri, dengan meningkatnya harga-harga barang, bisa saja daya beli masyarakat juga akan menurun. Untuk itu, saya akan coba tetap berkoordinasi dengan pemerintah agar kenaikan harga-harga barang bisa diminimalisir.

Selain itu, menyesuaikan kualitas barang yang dihasilkan dengan nilai harga bahan baku tertentu juga akan saya perhatikan. Tidak asal menurunkan kualitas karena harga bahan baku naik, di sini saya akan tetap mempertahankan kualitas dengan mungkin sedikit pengurangan netto produk pada aspek tertentu.

Ancaman yang datang dari dalam, semisal karyawan yang kurang puas dengan sallary yang mereka dapatkan. Dengan ini, secara berkala saya akan melakukan uji kelayakan harga-harga kebutuhan pokok dengan gaji minimum yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dilain hal, kinerja perusahaan yang menurun atau selalu mendapatkan komplain masyarakat, juga akan saya perhatikan. Karyawan Bakrie Group harus tetap terampil, terlatih dan yang terpenting adalah memuaskan pelanggan. Cara saya untuk tetap menjaga hal tersebut, adalah dengan melakukan training rutin bagi seluruh karyawan Bakrie Group. Dengan begitu, skill dan integritas karyawan akan semakin tinggi.

Nah, itu lah cara saya dalam mempertahankan dan mengembangkan Bakrie Group sebagai kelompok usaha yang besar, saya adalah CEO, bukanlah jika 😀 (Dalam blog ini). 70 Tahun bukanlah perjalanan yang singkat, di tangan saya, 70 tahun berikutnya harus dan pasti ada. Selamat ulang tahun Bakrie Group, semoga sukses selalu dan semakin jaya! :). #70tahunBakrieGroup.

12 Dan 13 Mei 2012

OMG, somethings happened to me at May 12th and 13th 2012. Walau agak maksa untuk tetap datang ke peristiwa tanggal 12 dan 13, saya datang menjawab rasa penasaran. Mengingat, Sabtu sore (12 Mei 2012) saya masih berada di Puncak, Bogor untuk sebuah meeting (tidak penting dan bikin pusing). Bertemu “S” pada malam hari nya, pukul 21.00. Tentu rasa lelah ada.

Tidak mau bercerita banyak, tapi menyenangkan mengenal sesuatu yang baru. Wawasan saya begitu sempit dan terlalu bodoh untuk baru saja mengetahui hal itu ada di dunia ini. Terima kasih banyak Sobat “S”, bertambah pengetahuan saya.

Sedikit Kenangan

Minggu lalu, saya begitu iseng dan ngga ada kerjaan. Daripada bengong, nanti ayam tetangga ada yang mati (eh – abaikan), hehehe. Saya coba beres-beres buku di gudang yang lumayan banyak dan udah ngga karuan ke urus, berdebu pula. Sebenernya saya lumayan males buat beresin tumpukan buku itu, tapi entah kenapa hari Minggu itu berasa ingin saja.

Baik, sekilas info saja. Tumpukan buku tersebut sebenarnya sudah hampir dibuang atau bahkan mau dijual ke tukang barang bekas oleh Ibu saya, tapi saya larang terus. Alasan Ibu karena saya terlihat kurang perhatian dan daripada bertumpuk terus ngga berguna, mending dijual. Tapi yah itu, entahlah agak sulit menjelaskan keinginan hati menyimpan buku-buku tersebut. Sebenarnya tumpukan buku itu cuma buku-buku tulis saya selama sekolah, mungkin dari SD juga ada kali. Buku-buku paket pelajaran dan bacaan lain terkadang sudah langsung ada yang meminta, nah kalo itu saya setuju. Karena ilmu yang ada di buku paket bisa bermanfaat ke pelajar generasi bawah saya. Tapi masih ada juga sih sebagian yang tersisa.

Dulu saya ingat, begitu rajin saya beli buku karena memang senang sekali baca buku. Imaginasi begitu luas dan tidak ada yang membatasi diri saya ketika sedang serius membaca, berbeda dengan nonton film yang cenderung kita diarahkan oleh sang sutradara untuk mengikuti alur yang diarahkannya. Saya suka juga sih nonton film, tapi tetap selektif!. Kebiasaan baca buku sebenernya ketularan dari ortu, atau mungkin semacam “racun” yang didoktrinkan sejak saya kecil. Dulu sebelum sekolah, saya ingat Ibu pernah membelikan saya majalah anak-anak, di sana ada cerpen tentang Air yang sampai sekarang tetap terngiang di lintasan pikiran dan memori saya. Judul cerpennya “Kisah Si Titik Air”.

Belum bisa baca, tapi saya paksa Ibu buat bacakan cerpen itu berulang-ulang setiap malam. Sampai saya hafal waktu itu, sekarang masih ingat juga sih, tapi cuma sebatas gambaran umum saja. Jadi cerpen itu berkisah tentang perjalanan setitik mata air dari asalnya di dalam tanah, terangkat lewat kran, terminum, kembali ke tanah, terpakai mandi dan sebagainya sampai akhirnya Si Titik air itu berlabuh ke laut tidak kembali. Betapa bermanfaat air, begitu kira-kira pesan cerpennya. Ya Allah, seandainya ada mesin waktu, saya rindu saat itu. Benar-benar rindu, terkadang sering merenung dan sedih tanpa sebab ketika waktu saya sudah terlewati begitu banyak.

Well, kita kembali ke beres-beres gudang. Hampir mirip sih, mengenang masa lalu kembali. Kadang inilah bagian yang paling saya benci menjalani hidup, mengenang masa lalu. Demi Allah, saya tidak ingin terlalu bersedih memikirkan masa lalu, hidup adalah untuk masa depan, walau tetap harus belajar dari masa lalu. Basi!!! yah, katakanlah begitu, tapi saya begitu percaya dan selalu menjalani konsep dan prinsip tersebut.

Sebuah buku tulis bersampul cukup bagus, bahkan cenderung masih bagus saya temukan diantara tumpukan yang lain. Begitu menarik, Bimbingan Konseling. Hey, don’t judge the book by it’s cover, hehehe. Saya buka perlahan dan tertulis tahun 2004. Ohh… memori menerawang kembali pada saat saya kelas 8 SMP (Kelas 2), tidak terlalu ingat awalnya. Saya buka kembali beberapa halaman berikutnya dan saya mulai tersenyum, entahlah dalam hati terasa tangisan yang membahagiakan. Banyak catatan BK yang sifatnya pertanyaan-pertanyaan pribadi yang begitu menggelikan ketika saya baca ulang.

Cerita tentang pengalaman berpacaran ketika SMP pun ada, hehehe -jadi malu-. Saya ingat, saya ingat semuanya. Saya ingat ketika itu Guru BK saya, Pak Saman meminta saya dan teman-teman untuk membuat semacam sebuah catatan seperti diary dan keinginan, agak aneh sih anak jaman sekarang buat diary, apalagi laki-laki, mungkin jarang atau mungkin ada? saya kurang tahu pasti. Tapi yang pasti, hal itu cukup bermanfaat ketika kita sedang bermasalah dengan apa pun, percayalah mengurai emosi lewat tulisan begitu menyenangkan. Apalagi ketika kita sering merasa dikecewakan orang lain, maksudnya ketika kita curhat, tapi masalah malah tambah banyak dengan bocornya rahasia tersebut. Saya termasuk diantaranya, begitu alasan saya pada Pak Saman waktu itu dan saya masih ingat bagaimana mengatakannya.

Ada satu hal menarik lagi, hmm… menarik ngga yak? hehehe… Bagi sebagian pelajar, Ruang BK/BP adalah tempat yang cukup menankutkan untuk dikunjungi, dulu saya juga berfikir begitu. Abis kalo keliatan dari luar, cuma anak bandel yang terus menerus dipanggil guru BK dan bolak-balik kesana. Kesannya kayak penjara gitu, yang salah kena hukuman. Tapi setelah saya dipanggil guru BK karena suatu masalah, saya seterusnya malah sering berkunjung meski tanpa masalah. Ketika itu, teman saya Desi Twiwijayanti membawa ular karet, yang konturnya benar-benar mirip dengan ular sungguhan, serius tidak bohong, yang baru pertama kali liat pasti akan langsung kaget dan nyangka itu ular beneran. Nah, muncullah ide iseng buat ngerjain orang yang masuk ke dalam kelas dari luar, kebetulan saya duduk di kursi nomor 3 dekat pintu, jadi agak mudah buat ngelempar.

Dan tibalah Ibu Ai masuk kelas, guru Bahasa Indonesia yang memberikan saya nilai 5 saja di raport (selanjutnya jadi 9 setelah minta maaf). Dengan santai dan isengnya anak SMP, saya lemparlah ular karet milik Desi itu ke depan Ibu Ai, dasar anak bandel 😀 . Spontan Ibu Ai langsung kaget dan mempermasalahkan hal tersebut, terseretlah pertama kali saya ke Ruang BK (DUILLEEEE bahasanya, terseret. hahaha). Dan Desi pun ikut ikut dalam masalah tersebut karena dia pemiliknya (kasian bener, ngga tau apa-apa padahal). Well, justru dari hal itu saya sangat berterima kasih dengan Desi dan Ibu Ai, wah kangen sama kalian deh pokoknya. Sumfeh!!

Banyak hal menarik yang membuat saya duduk di atas debu tanpa sadar dan senyum-senyum sendiri di gudang, karen buku tulis itu. Selanjutnya saya tidak akan meminjamkan buku itu pada siapa pun, karena itu bener-benar catatan dosa dan kebodohan yang -sangat- konyol, malu juga sih. Berlanjuta terus tanpa sadar sudah hampir 1 jam saya duduk membaca buku itu sambil membayangkan kembali situasi saya saat kelas 8. Dulu waktu SMP, saya pernah bilang pada seluruh teman-teman, pengalaman paling menarik dan indah ada di kelas 8 itu, entahlah. Nanti akan saya ceritakan, yang menurut sebagian orang justru buruk sekali saya di kelas tersebut. Maklum lulusan kelas 7.1 alias kelas super unggulan :p.

Sampai pada beberapa halaman terakhir, ada kotak berisi nama seluruh teman sekelas saya di 8.4, dan saya langsung ingat tanpa harus membaca, hahaha. Itu lucu sekali, karena di sana adalah momen tersedih saat itu karena dekat dengan kenaikan ke kelas 9. Di sana ada kotak berisi kesan dan pesan teman-teman terhadap saya karena sebentar lagi akan pisah kelas. Pertanyaan stabdar, apa pendapat kamu tentang saya dan apa yang sebaiknya saya lakukan di kelas 3 nanti. Percayakah anda bahwa 100% teman sekelas saya mencantumkan kana “Pintar” di kolom pendapat?

Menurut mereka begitu, saya pelajar pintar, eh ini pintar pelajaran yakkk bukan pintar yang lain, tapi serius nih bukan sombong, saya memang tidak pernah keluar dari ranking 3 besar selama SMP. Bahkan cenderung jadi favorit guru, sering dikasih buku gratis dari guru karena mereka tahu saya suka baca, makasih ya bapak ibu guru semua, I lop yu pul dah.

Setelah diamati, waktu itu saya protes ke teman-teman yang lain, koq mereka kompakan kasih pendapat begitu. PLease lah ditambah komen yang lain, dan akhirnya pada sewot semua. Saya ingaaaaaat semua itu dan sungguh kangen. Sebetulnya sih sudah ada komen lain selain pintar, misalnya dibilang playboy lah (busehhh… bocah SMP dibilang playboy, ngaco emang itu temen SMP semua). Duh, kemanakah Arief teman semeja saya? Rizal, Novel, Desi, Musa, Ika, Dewi, Febrianti, Febriana, Agus, dan semuanya… Ya Allah, do’a saya semoga semua teman-teman dalam keadaan baik dan sukses, amien.

Yang paling membuat saya sedih adalah komentar dari Almarhumah Nok Riyah, salah satu teman terdekat saya ketika itu. Kebetulan waktu kelas 7 kami sekelas, jadi begitu masuk kelas 8 kami langsung akrab. Beliau meninggal ketika kami kelas 9 dan itu juga momen paling menyedihkan bagi saya. Sekarang cuma do’a saja yang bisa saya kirimkan ke beliau, walau mungkin Allah sudah menyampaikan padanya bahwa saya begitu menyanyangi dia sebagai sahabat dan selalu mendo’akan yang terbaik baginya. Iyah (panggilan beliau) bilang “Zar, jangan lupa makan yak, kamu kurus banget! Nanti kelas 3 harus lebih gemuk dari ini, supaya lebih pintar”. Huhu, sedih bacanya (masih ada terusannya padahal).

Huh, ngga kerasa udah mengenang memori masa lalu lewat sebuah buku, cuma buku tulis doang padahal, tapi itu harta saya yang tidak ternilai, setiap momen yang saya lalui adalah harta berharga. Mungkin teman-teman juga? Yah… setidaknya manfaatkanlah waktu kalian dengan baik, jika tak ingin ada penyesalan nantinya. hmm… banyak sekali perubahan yang terjadi pada saya setelah masa-masa SMP, bukan hanya fisik tapi karakter dan sikap juga sih katanya, semoga itu lebih baik. Padahal saya merasa begini-begini saja dari dulu, tidak ada yang spesial, bahkan jadi bodoh karena terlalu sibuk memikirkan banyak hal, ah… dewasa membuat saya banyak pikiran.

Well, salam semangat, semoga semua selalu dalam kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Fight!

Rindu Biru

kau tahu biru?
beberapa hari terakhir aku begitu benci kimia
reaksi itu membuat ku tak biasa
ada rasa rindu

kau tahu biru?
aku tak ingin berubah ketika dewasa
tapi reaksi kimia memaksa
karena ada kamu

tak ingin ku salahkan waktu
karena kimia meliputi dunia, pun rasa
tapi waktu membawamu tak terjamah
pada jarak terjauh

biar ku simpan saja rasa rindu
karena aku tahu kau merasakan hal sama
kimia yang mengatakan perubahan hatimu atas kebekuan
aku rindu, lalu ku tunggu

Kesetiaan Gerimis

Aku menunggunya di kala datang gerimis
Entah aku bagai anjing yang setia
Membodohi diri dengan sesuatu yang tak pasti datang
Sejujurnya aku pun tak tahu apa seharusnya

Di balik jendela di tengah gerimis
Senyum air terbiaskan sang surya
Aku yang tak terlalu kuat hanya menatapi nasib malang
Sejujurnya aku ingin membunuh ketidakmampuan

Kesetiaan ini untuk apa bila harus ada tangis
Menunggu sekali lagi bagai anjing yang setia
Sudah lama aku begini, semua terlarang
Sejujurnya aku takut hari esok yang pasti menyapa

Aku duduk di kala sinar sang surya mulai menipis
Kemudian sujudku pada-Nya
Aku malu dan sungguh merasa berhutang
Pada tujuan Dia, yang memberiku nafas dan kemampuan